Kamus Populer Adat-Budaya-Agama di Bali

Awig awig
Aturan tertulis yang dibuat oleh desa pakraman untuk mengatur hak dan kewajiban masyarakat dimana awig-awig tersebut diberlakukan.

Catur Brata Penyepian
Empat larangan dalam melaksanakan hari raya Nyepi: amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja),
amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelangon (tidak mengadakan hiburan).

Catur Warna
Empat golongan. Masyarakat Hindu Bali mengenal 4 golongan masyarakat berdasar atas fungsinya, yaitu: Brahmana (golongan yang bertugas memberi pendidikan dan penerangan serta memimpin upacara), Ksatrya (golongan yang bertugas membela negara dan menjadi pimpinan dalam bidang kemasyarakatan), Wesya (golongan yang memegang perekonomian dan pertanian), Sudra (golongan pekerja / buruh, yang membantu golongan Brahmana, Ksatrya dan Wesya).

Eka Dasa Rudra
Salah satu jenis upacara paling besar yang dilaksanakan setiap seratus tahun sekali di Pura Besakih. Upacara ini termasuk jenis upacara 'Bhuta Yadnya'.

Desa Pakraman
Sebuah wilayah dimana sistem administrasi yang berlaku mengikuti tata norma hukum adat setempat yang berbasis kepercayaan lokal dan agama Hindu.

Dwi Jati
Lahir dua kali, yaitu lahir secara fisik dari rahim ibu dan lahir dari 'kegelapan' setelah diupacarai / didiksa.

Mlaspas
Upacara penyucian suatu tempat atau benda-benda tertentu menurut adat Bali

Pamedek
Umat Hindu yang datang ke pura pada saat upacara.

Pamiosan
Persembahyangan ; Pamios= orang yang melakukan persembahyangan

Pamlehpeh (upacara)
Adalah upacara sebagai pemohonan maaf umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas terjadinya musibah bencana alam, kebakaran dlsb. yang menimbulkan korban jiwa. Dilaksanakan oleh masyarakat setempat.

Panca Datu
Lima jenis logam yang bisa dipergunakan sebagai dasar bangunan, yaitu: emas, perak, besi, perunggu dan timah.

Panca Sanak Madurga (tawur madya)
Salah satu jenis upacara pecaruan, yang bertujuan untuk menyucikan tempat kejadian suatu perkara yang menyebabkan pertumpahan darah sehingga menyebabkan tempat tersebut "kotor" secara spiritual, seperti perkelahian yang memakan korban, terjadinya peristiwa pembunuhan dan sebagainya. 

Panca Wali Krama
Salah satu jenis upacara Bhuta Yadnya.

Panca Yadnya
Lima macam korban suci, yaitu: Dewa Yadnya (korban suci kepada Sang Hyang Widhi), Pitra Yadnya (korban suci kepada leluhur), Rsi Yadnya (korban sucikepada para Rsi dengan mengamalkan ilmu pengetahuan yang telah didapat), Manusa Yadnya (korban suci yang dilakukan kepada manusia seperti ngotonin, potong gigi dan sebagainya, Bhuta Yadnya (korban suci terhadap makhluk rendahan, seperti ngejot / mesaiban selesai memasak, mecaru dan lain sebagainya.

Perarem
Merupakan aturan tertulis turunan dari awig-awig. Jika awig-awig bersifat seperti undang-undang maka perarem merupakan "juklak" dan "juknis"-nya.

Plebon 
Plebon merupakan upacara pembakaran mayat atau lebih umum dikenal dengan sebutan 'Ngaben'. Namun sebutan Ngaben dipergunakan untuk upacara pembakaran mayat bagi masyarakat biasa, sementara penggunaan kata Plebon dipakai jika upacara tersebut diselenggarakan oleh kalangan bangsawan (keturunan trah raja-raja Bali).

Pujawali
salah satu jenis upacara piodalan di pura, biasa disebut juga dengan piodalan.

Puput Pemimpin dalam sebuah upacara keagamaan. Upacara itu di-puput oleh Ida Pedanda ....


Rwa Bhineda
Sebuah istilah untuk menggambarkan dua hal yang berbeda / berlawanan, baik berupa benda maupun bukan benda, misalnya: suka - duka, hidup - mati, siang - malam, bapak - ibu, laki - perempuan, kejiwaan - kebendaan, dsb.

Tangkil
Datang menghadap ke tempat suci seperti pura dan sebagainya ataupun ke tempat kediaman raja / bangsawan maupun orang yang dihormati / dituakan.

Tawur Tabuh Gentuh
Salah satu jenis upacara di pura yang bermakna sebagai yadnya dalam mewujudkan keharmonisan unsur-unsur makhluk hidup yang ada dalam bhuana agung dan bhuana alit guna terciptanya kesejahteraan jagat.

Tepisiring
Batas desa pekraman

Tri Aksara
Huruf suci agama Hindu, yang masing masing berbunyi: ANG (Brahma), UNG (Wishnu)  dan MANG (Siwa).

Tri Guna
Tiga dasar sifat manusia: SATTWAM (adil dan bijaksana), RAJAH (aktif dan dinamis), TAMAH (malas dan lamban).

Tri Loka
Tiga lapis alam: Bhuh Loka (alam manusia), Bhwah Loka (alam pitara), Swah Loka (alam dewa-dewa).

Tri Mandala
Tiga wilayah dalam sebuah lokasi, misal di lokasi rumah / pekarangan yang terbagi menjadi tiga: Utama Mandala (areal untuk bangunan suci misal pemerajan / sanggah), Madya Mandala (areal untuk tempat tinggal penghuni rumah), Nista Mandala (areal untuk kandang ternak dan sebagainya).

Tri Murti 
Tiga perwujudan / kekuatan manifestasi dari Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan YME), Brahma (pencipta), Wishnu (pemelihara) dan Siwa (pelebur).

Tri Pramana
Tiga ukuran / pedoman untuk memberikan penilaian keserasian: Desa (tempat), Kala (waktu) dan Patra (keadaan, situasi).

Tri Sandhya
Sembahyang tiga kali dalam sehari: pada waktu matahari baru terbit, tengah hari atau ketika matahari berada diatas kepala dan senja hari waktu matahari menjelang terbenam.
__________________________

Catatan: Daftar istilah populer ini akan terus ditambah setiap waktu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Agama dan Spiritualisme

The Winner Takes it All